Wednesday, September 26, 2012

Tugas 4 - Solusi untuk Kemanusiaan


Dunia tidaklah seindah surga. Dunia penuh dengan masalah dan konflik di berbagai bidang, salah satunya di bidang kemanusiaan. Kasus kemanusiaan yang paling semarak belakangan ini adalah rasisme.

 Pengertian rasisme klasik menekankan perbedaan yang tajam terhadap warna kulit, hitam atau putih. Kenyataannya, dalam kehidupan kita sehari-hari, rasisme justru berkembang luas dan merambah dimensi-dimensi lain bahkan hingga perbedaan kodrati yaitu gender, perempuan atau laki-laki. Sikap antipati terhadap suatu kelompok, tidak lagi sekedar wacana, tetapi telah menjurus pada sikap dan pola perilaku destruktif, melebihi prasangka awalnya.
Menurut Wikipedia, rasisme adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu – bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.
Beberapa penulis menggunakan istilah rasisme untuk merujuk pada preferensi terhadap kelompok etnis tertentu sendiri (etnosentrisme), ketakutan terhadap orang asing (xenofobia), penolakan terhadap hubungan antarras (miscegenation), dan generalisasi terhadap suatu kelompok orang tertentu (stereotipe) .
Rasisme telah menjadi faktor pendorong diskriminasi sosial, segregasi dan kekerasan rasial, termasuk genosidaPolitisi sering menggunakan isu rasial untuk memenangkan suara. Istilah rasis telah digunakan dengan konotasi buruk paling tidak sejak 1940-an, dan identifikasi suatu kelompok atau orang sebagai rasis sering bersifat kontroversial.
Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),  rasisme diartikan sebagai paham atau golongan yang menerapkan penggolongan atau pembedaan ciri-ciri fisik ( seperti warna kulit ) dalam masyarakat. Rasisme juga bisa diartikan sebagai paham diskriminasi suku, agama, ras ( SARA ), golongan ataupun ciri-ciri fisik umum untuk tujuan tertentu.
Sekarang rasismepun mengalami penambahan kata, yaitu menunjukkan kelompok etnis tertentu (etnosentris), ketakutan terhadap orang asing (xenofobia), penolakan terhadap hubungan antar ras (miscegenation), dan generalisasi terhadap suatu kelompok orang tertentu (stereotipe).

KASUS RASISME DI DUNIA SEPAKBOLA
               
Sebagai olahraga paling populer di dunia, dunia sepakbola pun tidak luput dari kasus rasisme. Biasanya, korban rasisme adalah pemain-pemain yang berasal dari Afrika. Berikut adalah beberapa kasus rasisme yang pernah terjadi di dalam dunia sepakbola :

Jean Marie Le Pen
1.                                    Masih ingat politisi ultra kanan yang sempat menghebohkan dunia politik Perancis? Ya, Jean Marie Le Pen pernah membuat sensasi dengan mengatakan bahwa “tim sepakbola Perancis tidak pantas dihuni oleh orang-orang pendatang”. Jelas yang dimaksud “orang-orang pendatang” tersebut adalah imigran seperti Zinedine Zidane,  Lilian Thuram, Thierry Henry, Patrick Vieira, Claude Makelele, Sylvain Wiltord, Christian Karembeu, dll.  Le Pen terpaksa menelan ludahnya sendiri ketika tim yang sebagian besar dihuni oleh “para pendatang” ini merebut gelar juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

Aron Winter, pesepakbola korban rasisme asal Belanda
2.                                    Suporter klub Lazio memang terkenal sebagai klub paling rasis di Italia. Maklum saja klub ini dulunya adalah klub kesayangan Benito Mussolini. Mungkin karena terkenal dengan sikap rasisme-nya, sangat jarang pesepakbola kulit hitam yang bergabung dengan klub ini. Aron Winter, mantan pemain timnas Belanda adalah pemain berkulit hitam yang terakhir bergabung dengan klub ini. Pada saat kedatangannya ke klub ini, ia juga mendapatkan cemoohan yang menyakitkan hati. Dia dicemooh dengan kata-kata : “Yahudi Negro”.


Cafu
3.                                    Cafu, ex pemain AS Roma yang kini bermain di AC Milan pun ikut terkena dampak tindakan rasisme para pendukung Lazio. Cafu memang tidak bermain untuk Lazio, melainkan pernah bermain untuk tim AS Roma, yang notabene adalah musuh bebuyutan Lazio di kompetisi Liga Italia. Sewaktu masih bermain di AS Roma, seringkali mobil Cafu ditimpuki orang tidak dikenal, dan parahnya lagi anaknya yang masih kecil terpaksa turut menyaksikan penghinaan berbau rasisme yang dialaminya.



Patrice Evra vs Luis Suarez
4.                                    Pada suatu laga derby antara Manchester United dan Liverpool, pemain Liverpool asal Uruguay Luis Suarez melontarkan kata-kata berbau rasis kepada pemain bertahan United, Patrice Evra.

5.                                    John Terry, pemain sekaligus kapten Chelsea FC, pernah melakukan tindakan rasisme yang ditujukan kepada pemain Queens Park Rangers, Anton Ferdinand. Pada akhirnya, John Terry dinyatakan tidak bersalah. Namun pihak yang bersangkutan sendiri telah mengakui kalau ia menujukan kata-kata kasar berbau rasis terhadap Anton Ferdinand, walaupun tidak disuarakan, hanya gerakan bibir saja.


6.                                    Pada laga Piala Eropa lalu, striker kontroversial asal Italia, Mario Balotelli, menjadi salah satu korban utama rasisme. Ejekan-ejekan dilontarkan kepada Balotelli, oleh supporter Kroasia maupun Spanyol. Balotelli sendiri pernah menyatakan jika suatu saat ada orang yang melemparkan pisang kepadanya (tindakan rasisme), ia akan masuk penjara karena ia akan membunuh orang itu.
Mario Balotelli

Rasisme jelas tindakan yang memalukan. Rasisme menunjukkan kemerosotan moral manusia, dan betapa manusia tidak bisa menerima suatu perbedaan yang ada. Rasisme jelas-jelas suatu hal yang tidak seharusnya terjadi, dan harus dimusnahkan. Tindakan rasisme juga bisa dikatakan menghalangi persatuan yang seharusnya ada.

Rasisme tidak terjadi di dunia olahraga saja. Banyak sekali kasus rasisme yang terjadi di dunia, dan biasanya korban utamanya adalah orang berkulit hitam. Banyak orang menganggap kalau orang berkulit hitam tidak sebaik orang-orang berkulit putih, tetapi anggapan itu salah. Banyak sekali tokoh-tokoh hebat dunia yang merupakan orang-orang berkulit hitam, yang juga pernah menjadi korban rasisme.



SOLUSI MENGATASI RASISME
Rasisme tentu membawa ketidaknyamanan untuk berbagai pihak, terutama pihak yang dihina, karena itu, perlu solusi dalam mencegah maupun mengatasi rasisme. Karena yang sudah dibahas tadi adalah rasisme dalam sepakbola, berikut ini adalah cara menanggulangi rasisme dalam olahraga tersebut:
1.       Jika penonton melakukan aksi rasisme terhadap pemain, wasit boleh menghentikan pertandingan untuk sementara dan memperingatkan penonton
2.       Apabila cara tersebut tidak berhasil, wasit diperkenankan untuk  menghentikan pertandingan selama 10 menit
3.       Apabila penonton tak menghentikan aksi rasisme setelah dua tindakan sebelumnya, wasit diperkenankan untuk menghentikan pertandingan
Cara-cara tersebut dipakai oleh UEFA.

Sementara untuk mengatasi rasisme secara umum, beberapa cara ialah sebagai berikut:
1.       Menyadari bahwa semua manusia adalah ciptaan Tuhan, derajatnya sama.
2.       Berusaha menerima perbedaan yang ada, karena perbedaan itu indah. Kalau dunia diisi oleh hal yang itu-itu saja (monoton), tentu akan sangat membosankan
3.       Berusaha menjaga perasaan orang lain. Tindakan rasisme dapat menyakiti hati korban rasisme, dan logikanya setiap tindakan yang kita lakukan akan terbalas suatu hari nanti. Jika kita tidak mau dihina, maka kita tidak boleh menghina orang lain.
4.       Memikirkan konsekuensi ke depannya. Tidak sedikit suku atau etnis yang memiliki solidaritas tinggi, yang bisa langsung bertindak ketika salah satu anggotanya dihina.

KESIMPULAN AKHIR
Rasisme adalah tindakan tidak manusiawi yang rendah dan seharusnya tidak pernah ada di muka bumi. Kita sebagai manusia yang memiliki akal dan moral tidak seharusnya melakukan tindakan sehina rasisme, yang hanya pantas dilakukan oleh orang-orang tak berakal, tak bermoral dan tak berpendidikan. Jika harus, kita sebagai orang yang berakal dan bermoral harus mencegah tindakan rasisme, dimulai dari tindakan sederhana seperti tidak mengejek teman tentang suku, bangsa, agama, etnis maupun penampilan fisiknya, karena tindakan yang demikian termasuk dalam rasisme.

Sumber :

No comments:

Post a Comment

Comments system

Disqus Shortname