Thursday, September 27, 2012

Tugas-5 Perkembangan Islam setelah Rasulullah SAW Wafat

Perjuangan Islam yang Tak Pernah Mati

Menurut wikipedia ensiklopedia bebas, Islam adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang pengikut di seluruh dunia, menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen. Islam memiliki arti "penyerahan", atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan", atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.

Islam seperti yang kita ketahui adalah agama yang dianut oleh kurang lebih 30% dari penduduk di muka bumi ini, salah satu agama yang berkembang dengan pesat.  Penduduk dari berbagai negara, baik negara bukan muslim pun sudah mulai banyak yang  menganut agama Islam dan mulai di bebaskan walaupun berat. Sekarang Islam sudah mulai mendapatkan kebebasan beragama, walaupun di beberapa negara masih sulit. Sejak dulu hingga sekarang, Islam terus menunjukan perkembangan. Mulai dari para Nabi yang berdakwah sembunyi-sembunyi, sampai sekarang yang sudah benar-benar terang-terangan. Setelah Nabi Muhammad wafat, Islam terus mengalami banyak kesulitan dalam menyebarkan ajarannya. Sedikit demi sedikit akhirnya Islam bisa diterima di seluruh dunia dengan baik.


Setelah Nabi Muhammad SAW wafat
File:Age of Caliphs.png
Kekhalifahan

Pada 10 H, Nabi Muhammad SAW menunaikan ibadah haji terakhir (haji wada') bersama sekitar 100.000 pengikutnya. Pada tahun ini Nabi Muhammad SAW wafat pada umunya yang ke 63 karena jatuh sakit dua bulan setelahnya. Tentu saja, berita meninggalnya Rasulullah adalah sebuah berita yang mengejutkan juga menyedihkan. Umat islam pada waktu dilanda kesedihan yang amat mendalam.  Tentu saja agama Islam tidak akan berakhir dengan kematian Nabi Muhammad. Orang-orang sudah mengenal tulisan (zaman aksara) ketika Islam muncul. Para sahabat menulis riwayat, catatan harian, surat-surat, dokumen biokratis dan risalah lainnya. Apa yang kita ketahui tentang kehidupan zaman ini  sebagian besar berasal dari sejarah yang ditulis oleh penulis Ibn Ishaq.

Setelah wafatnya Nabi, terjadi berdebatan siapa yang akan memipin Islam saat itu. Abu Bakar, yang di calonkan oleh Umar bin Khatab, akhirnya menjadi Khalifah, dan Khalifah itu sendiri berarti “wakil”. Gelar ini belum ada sampai Abu Bakar menyandangnya.  Ali bin Abi Thalib, salah seorang sepupu Nabi Muhammad SAW, juga mencalonkan diri untuk menjadi pemimpin. Beberapa orang lebih memilih ali yang muda dibandingkan dengan Abu Bakar yang hampir menginjak 60 tahun. Pada akhirnya, saat ini Islam terpecah mejadi dua, Sunni  dan Syiah. Syiah ini lah yang sampai sekarang disebut dengan ajaran sesat, mereka mengakui Allah dan Nabi Muhammad tapi beberapa ajaran mereka melenceng dari yang seharusnya. Ali kesulitan untuk memperbaiki keretakan pengikutnya. Abu Bakar tentu saja tidak mengizinkan pemisahan ini, mendeklarasikan pemisahan itu sebagai sebuah penghianatan. Abu Bakar mengukuhkan Islam sebagai proyek sosial dan bukan hanya sebuah sistem kepercayaan. Pada masa pemerintahan Abu Bakar inilah terjadi “Perang Ridda” atau Perang kemurtadan. Setelah itu Abu Bakar juga membalaskan kekalahan dengan pasukan Bizantium dari Yunani.

Setelah Abu Bakar wafat di tahun 634, Umar bin Khatab menggantikannya sebagai seorang Khalifah. Pada masa pemerintahannya beliau berhasil mengarahkan umat muslim dalam waktu 10 tahun. Dalam waktu inilah Umar berhasil membentuk Islam sebagai ideologi politik, dan ia membangun sebuah kerjaan yang lebih besar daripada Roma. Umar juga memenangkan perang dengan pasukan Bizantium pada 636 M yang Abu Bakar belum selsaikan. Berkat Umar dengan cepat Islam berkembang ke Persia, Suriah, Palestina dan Mesir. Pada 641 kaum muslim Arab menguasai Mesir, lalu menaklukan seluruh Afrika Utara.

Khalifah selanjutnya adalah Utsman bin Affan salah satu sepupu Nabi Muhammad.  Pada saat Utsman mengambil alih, masyarakat Islam adalah sebuah pemerintahan yang mengendalikan wilayah yang cukup luas. Atas usul Umar bin Khattab, tulisan Al-Qur'an yang berserakan mulai dikumpulkan dan disatukan. Abu Bakar menugaskan Zaid bin Sabit untuk mengumpulkan dan menyusun Al-Qur'an ke dalam satu mushaf, yang kemudian dikenal sebagai Mushaf Usmani. Kekhalifahan berakhir pada masa Ali bin Abi Thalib.


Masa Kejayaan Islam
File:EditedStattering.png
Kekhalifahan-Kekhalifahan pada masa Keemasan Islam

masjid agung Umayyah, Damaskus
Setelah masa Al-Khulafa 'ar-Rasyidun, Mu'awiyah yang berasal dari Bani Umayah mendirikan Dinasti Umayah, dinasti Islam yang ke empat, di Suriah. Semasa kepemimpinan muawiyah peta Islam melebar ke timur sampai Kabul, Ghazni, Kandahar, Balakh, bahkan sampai kota Bukhara. Sementara itu, di front barat panglima Uqbah Ibn Nafi’ menaklukan Carthange (kartagona), ibu kota Binzantium di Ifriqiyah dan mendirikan masjid bersejarah Qayrawan dengan membangun pusat kegiatan militer di kota Qayrawan. Kemajuan Dinasti Umayyah dilakukan dengan ekspansi, sehingga menjadi negara islam yang  besar dan luas. Dari persatuan berbagai bangsa dibawah naungan islam lahirlah benih-benih kebudayaan dan peradaban islam yang baru, meskipun lebih mengutamakan kebudayaan Arab. Pada tahun 711 pasukan muslim Umayah yang berada di bawah pimpinan Tariq bin Ziyad berhasil menaklukan Spanyol Selatan. Ini merupakan awal penaklukan Andalusia. Kemudian khalifah setelah Tariq bin Ziyad adalah Abdul Malik.  Periode Abdul Malik mulai memasuki periode keemasan dinasti Umayah. Iamampu mencetak mata uang  Arab dengan nama Dinar, Dirham, dan Fals. Kemudian dia mendirikan kas negara di Damaskus. Selain itu pertama kali dalam sejarah bahasa arab menggunakan titik koma dan memperbaharui Qawa’id yang sudah dimulai sejak Zaman Ali Bin Abi Thalib yang titugaskan kepada abu al-Aswad al-Duwaili. Disamping itu Abdul Malik juga meningkatkan pelayanan pos dan komunikasi, juga memperbaharui perpajakan.

Kota Cordoba
Sejak dari masa Nabi hingga sekitar dua abad pertama, Muslim hampir menguasai daratan Eropa dan Asia. Budaya Eropa nyaris tidak ada. India telah terpecah-pecah menjadi kerajaan kecil. Buddhisme telah surut ke Cina. Wilayah muslim adalah jantung dunia. Tapi lama kelamaan ke khalifahan mulai retak. Pada 750 M, tentara putih dan hitam bentrok di tepi Sungai Zab besar di Irak, dan Khalifah Umayyah terakhir harus lari menyelamatkan diri ke Mesir selatan. Kemudian agen-agen Abbasiyah memburunya ke sana lalu membunuhnya. Peristiwa ini sekaligus menandai berakhirnya Dinasti Umayah dan berdirinya Dinasti Abbasiyah dengan Abu Abbas as-Saffah sebagai khalifah pertamanya. Semua orang Umayyah dibantai kecuali satu, Abdurrahman yang melarikan diri ke Damaskus dan tiba di Andalusia, Spanyol. Saat itulah Abdurrahman mendirikan dinasti Ummayah yang baru dengan ibukota Corddoba yang pada saat itu akhirnya merupakan kota terbesar di Eropa. Kaum mulsim membentuk mayoritas di Andalusia, tapi banyak juga kristen dan Yahudi. Cordoba juga berhasil menjadi pusat Ilmu Pengetahuan terbesar di Eropa.

Baghdad
Sementara itu Abbasiyah dengan segera menganut pendekatan Islam ortodoks. Awalnya ajaran di Abbasiyah termasuk dalam ajaran Syiah, dan baru-baru zaman itu memperoleh label Sunni. Abbasiyah memanfaatkan segala sesuatu yang baik dari pemerinthana Umayyah, menjadikan sekitar dua abad pertama pemerintahan mereka sebagai salah satu era yang paling dikenali sejarah Barat sebagai Zaman Keemasan Islam. Salah satu langkah yang besar adalah membangun sebuah ibukota baru bernama Bagda yang selesai pada 765 dan tetap bertahan sampai sekarang. Dalam waktu dua puluh tahun, Bagdad menjadi kota terbesar di dunia dan kota pertama yang jumlah penduduknya melampaui satu juta. Bagdad terus menjadi saingan Cordoba sebagai kota pusat Islam tersebesar.

Tetapi, Cordoba bukan satu-satunya kota yang menyaingi Bagdad. Pada abad ke-10, pengikut Syiah dari Abbasiyah memberontak. Prajurit Syiah dari Tunisia berhasil merebut kendali atas Mesir, membuat Kekhalifahan  baru bernama Fathimiyah dengan ibukota Qohirah yang sekarang kita kenal dengan Kairo. Penguasa Fatimiyah mendirikan Masjid Al Azhar di Cairo. Awalnya, al-Azhar hanya berfungsi sebagai jami masjid besar tetapi kemudian menjadi universitas. Universitas al-Azhar tercatat sebagai universitas tertua di dunia. Fathimiyah juga maju dalam bidang Ekonomi dan militernya sangat kuat. Kemunduran Dinasti Fatimiyah berawal pada pemerintahan Khilafah al-Hâkim. Ketika diangkat menjadi khalifah ia baru berumur 11 tahun. Al-Hâkim memerintah dengan tangan besi, masanya dipenuhi dengan tindak kekerasan dan kekejaman. Ia menghancurkan beberapa gereja kristen, termasuk sebuah gereja yang di dalamnya terdapat Kuburan Suci umat Kristen. Peristiwa ini merupakan salah satu penyebab terjadinya Perang Salib. Tahun 1958 Abbasiyah diserang oleh pasukan Mongol, meruntuhkan Bagdad sebagai kota terbesar Islam. Peristiwa ini menandakan runtuhnya Zaman Keemasan Islam. Beberapa orang penting dari pasukan Mongol memeluk Islam, inilah yang membuat Islam tersebar di Cina dan sekitarnya.


Perang Salib
Peta Jalur Perang Salib

Tahun 1905, Paus Urbanus II menyampaikan pidato terbuka di luar sebuah biara Prancis yang disebut Claremon, yang mengatakan bahwa dunia Kristen dalam Bahaya. Ia menjelaskan bagaimana bangsa Eropa Kristen di Tanah Suci (Israel, Palestina, dan sebagian Yordania dan Lebanon) dan menyerukan pada orang-orang Kristen untuk mengusir orang-orang Turki dari Yerusalem. Mereka yang bergerak menuju timur harus mengenakan salib berbentuk kotak merah sebagai lambang mereka. Ekspedisi inilah yang di sebut Crosaide, atau “salib” dari bahasa Prancis. 1096 mulailah perang Salib, antar umat Islam di Asia dan umat Kristen bangsa Eropa. Selain melibatkan pasukan dengan jumlah sangat besar dan kedua belah pihak, Perang Salib juga mengikutsertakan sejumlah pemimpin umat. Pasukan Salib pertama dapat dikalahkan pasukan Dinasti Seljuk. Penyerangan pasukan salib berikutnya yang dipimpin Godfrey of Bouillon berhasil menduduki Yerusalem pada tahun 1099. Pada tanggal 18 Juni 1097 mereka berhasil menaklukkan Nicea dan tahun 1098 menguasai Raha (Edessa). Mereka juga berhasil menduduki Baitul Maqdis (Yerusalem) pada 15 Juli 1099 dan mendirikan Kerajaan Yerusalem dengan rajanya, Godfrey. Setelah penaklukan Baitul Maqdis itu, tentara Salib melanjutkan ekspansinya. Mereka menguasai kota Akka, Tripoli dan kota Tyre.

Selanjutnya, Syeikh Imaduddin Zengi pada tahun 1144, penguasa Mosul dan Irak, berhasil menaklukkan kembali Aleppo, Hamimah, dan Edessa. Namun ia wafat tahun 1146, yang digantikan oleh Nuruddin Zengi. Tugasnya dilanjutkan oleh puteranya, Syeikh Nuruddin Zengi. Syeikh Nuruddin berhasil merebut kembali Antiokhia pada tahun 1149 dan pada tahun 1151, seluruh Edessa dapat direbut kembali. Kejatuhan County Edessa ini menyebabkan orang-orang Kristen mengobarkan Perang Salib kedua. 1187 Shalahuddin berhasil merebut kembali Yerusalem. Sehabis Yerusalem, tinggal Tirus merupakan kota besar Kerajaan Yerusalem yang tersisa. Tirus yang saat itu dipimpin oleh Conrad dari Montferrat berhasil sukses dari pengepungan yang dilakukan Shalahuddin sebanyak dua kali. Shalahuddin kemudian mundur dan menaklukan kota lain, seperti Arsuf dan Jaffa.

Jatuhnya Yerussalem ke tangan kaum Muslim sangat memukul perasaan Tentara Salib. Mereka pun menyusun rencana balasan. Selanjutnya, Tentara Salib memunculkan Perang Salib III yang bergerak pada tahun 1189. Mereka berhasil merebut Akka yang kemudian dijadikan ibu kota kerajaan Latin. Kemudian pada tanggal 2 November 1192, dibuat perjanjian antara Tentara Salib dengan Shalahuddin yang disebut dengan Shulh al-Ramlah. Dalam perjanjian ini disebutkan bahwa orang-orang Kristen yang pergi berziarah ke Baitul Maqdis tidak akan diganggu. 

Pada tahun 1219, meletus kembali peperangan yang dikenal dengan Perang Salib periode keenam, dimana tentara Kristen berusaha merebutMesir lebih dahulu sebelum ke Palestina. Dalam serangan tersebut, mereka berhasil menduduki Dimyath, raja Mesir dari Dinasti Ayyubiyah waktu itu, al-Malik al-Kamil, membuat penjanjian dengan Frederick. Isinya antara lain Frederick bersedia melepaskan Dimyath, sementara al-Malik al-Kamil melepaskan Palestina, Frederick menjamin keamanan kaum muslimin di sana, dan Frederick tidak mengirim bantuan kepada Kristen di Syria. Dalam perkembangan berikutnya, Palestina dapat direbut kembali oleh kaum muslimin tahun 1247, pada masa pemerintahan al-Malik al-Shalih, penguasa Mesir selanjutnya.

Ketika Mesir dikuasai oleh Dinasti Mamalik yang menggantikan posisi Dinasti Ayyubiyyah, pimpinan perang dipegang oleh Baibars, Qalawun, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Pada masa merekalah Akka dapat direbut kembali oleh kaum Muslim tahun 1291. Perang salib yang berkobar di Barat berakhir dengan terusirnya kaum muslim di sana.
File:Saladin and Guy.jpg


Setelah itu...

Kekhalifahan berakhir dengan runtuhnya Abbasiyah dan Islam mulai muncul otoritas-otoritas yang terpisah-pisah yang berbentuk kerajaan atau kesultanan.  misalnya Kesultanan Safawi, Kesultanan Turki Seljuk, Kesultanan Mughal, Kesultanan Samudera Pasai dan Kesultanan Malaka, yang telah menjadi kesultanan-kesultanan yang memiliki kekuasaan yang kuat dan terkenal di dunia. Meskipun memiliki kekuasaan terpisah, kesultanan-kesultanan tersebut secara nominal masih menghormati dan menganggap diri mereka bagian dari kekhalifahan Islam.

Utmaniyah (Ottoman)
Salah satu yang terbsesar adalah Dinasti Utsmaniyah, atau sekarang disebut dengan Turki. Negara ini didirikan oleh Bani Utsman, yang selama lebih dari enam abad kekuasaannya (1299 - 1923) dipimpin oleh 36 orang sultan, sebelum akhirnya runtuh dan terpecah menjadi beberapa negara kecil. Kesultanan ini menjadi pusat interaksi antar Barat dan Timur selama enam abad. Pada kurun ke-18 dan ke-19 masehi, banyak kawasan-kawasan Islam jatuh ke tangan penjajah Eropa. Kekuatan Kesultanan Usmaniyah terkikis secara perlahan-lahan pada abad ke-19, sampai akhirnya benar-benar runtuh pada abad 20. Setelah Perang Dunia I berakhir, pemerintahan Utsmaniyah yang menerima kekalahan dalam perang tersebut, mengalami kemunduran di bidang ekonomi. Negara ini tetap ada dengan nama Republik Turki yang diproklamasikan pada tanggal 20 Oktober 1923.


Sekarang~
Penyebaran Islam sekarang

Islam sudah tersebar dimana-mana. Kontak dengan negara-negara industri membawa populasi Muslim ke daerah-daerah baru melalui migrasi ekonomi. Muslim di Indonesia mencapai sekitar 90% penduduk. Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 melalui para guru sufi, pengembara, pedagang, dan ulama dari Arab, Persia, dan pesisir anak benua India. Kesultanan Islam di Indonesia muncul pada abad ke-13 sampai abad ke-17. Di negara-negara Asia lain juga penduduknya banyak yang mayoritasnya Islam seperti Malaysia. Di Hongkong terdapat 5 masjid dan pusat pengembangan Islam. Keberadaan komunitas Islam Hongkong dibawa oleh pemerintahan Inggris pada pertengahan abad ke-19. Salah satu komunitas muslim yang berkembang di Hongkong adalah mereka yang berasal dari kelompok Syiah.

Di benua Afrika mulai banyak pula yang menganut Islam. Islam yang ada di Mesir beraliran Suni. Islam masuk ke Mesir pada masa Khalifah Umar bin Khattab yang mengangkat Amr bin Ash sebagai gubernur. Jumlah kaum muslimin di Nigeria mencapai 50% dari total jumlah penduduk. Sedangkan hampir semua penduduk Aljazair muslim. Pemeluk Islam di Aljazair beraliran Suni. Islam masuk ke Aljazair pada masa Bani Umayyah (682 M).

File:Мечеть Кул Шариф, 2009.jpg
Mesjid Kul Sharif di Rusia
Mungkin sedikit sulit menyebarkan Islam di Eropa dan Amerika, tapi buktinya banyak penduduk yang sudah menganutnya. Walaupun memang pada kenyataannya di beberapa negara Islam hanya dipandang sebelah mata. Tapi walaupun begitu muslim di Eropa dan Amerika terus berusaha untuk menyebarkannya. Lebih dari 90% penduduk Turki beragama Islam, dan menjadi negara nomor satu yang memiliki penduduk muslim terbesar di Eropa, diikuti oleh Jerman dan Inggris. Pada tahun 1980-an muncul organisasi The Council of Moques in UK and Eire (Dewan Masjid Inggris dan Irlandia). Berdiri pula Council of Imams and Mosques (Dewan Imam dan Masjid). Komunitas muslim yang terbesar di Eropa Tenggara terdapat di Hongaria, Rumania, Yunani, Albania, Bulgaria, dan bekas Yugoslavia. Sedangkan jumlah penduduk muslim di Prancis mencapai 57 juta jiwa. Kaum muslim Prancis berasal dari Maroko, Aljazair, dan Tunisia. Sisanya berasal dari Afrika, Laut Hitam, dan Asia Tengah.

File:RoxburyMosque2.JPG
Islamic Society of Boston, Amerika
Pada pertengahan abad ke-19, imigrasi muslim ke Kanada dilakukan. Sebagian besar mereka berasal dari Suriah dan Asia Selatan. Masjid yang pertama kali berdiri di Kanada adalah ar Rasyid di Edmonton, Alberta didirikan pada tahun 1931. Di negeri ini juga terdapat beberapa organisasi Islam. Diantaranya Canadian Council of Muslim Women (Dewan Kanada untuk Kaum Perempuan Muslim), Muslim World League (Rabithah al’Alam al Islami, Liga Dunia Islam), dan ada juga berbagai organisasi kemahasiswaan Islam. Kaum muslim AS terdiri dari para imigran, orang Amerika keturunan Afrika, penduduk keturunan Eropa yang masuk Islam, dan para pendatang sementara (mahasiswa, diplomat, dll). Argentina adalah Negara yang penduduk muslimnya terbanyak dibanding Negara-negara di kawasan Amerika Latin. Syiar Islam semakin marak di Argentina setelah sebuah pusat kajian Islam yang diberi nama The King Fahd Islamic Cultural Center, dibangun pada tahun 1996.

Sekitar 36% dari jumlah penduduk muslim Australia di antaranya lahir di Australia. Jumlah penduduk muslim Australia kebanyakan terdapat di sekitar Sydney dan Melbourne. Di komunitas akademik dibuka program studi atau kajian mengenai Islam di Universitas Western Sydney (UWS).

Sebenarnya sejarah Islam jauh lebih panjang daripada yang saya tulis. Perjuangan umat Islam untuk mempertahankan agamanya sangat besar dan tidak ada hentinya. Untuk itu saya berhenti di sini saja, karena perjuangan muslim masih panjang!

Terus maju Islam! Allahu Akbar~!


Source:
Ansary, Tamim. 2009. dari Puncak Bagdad: Sejarah Dunia Versi Islam. Jakarta: Zaman.

Ps: serius tadinya panjang banget jadinya saya potong-potong


2 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah, smga Islam terus berkembang....
    Amin ya Allah....

    ReplyDelete