Thursday, September 27, 2012

Tugas 5 - Perkembangan Sepatu Adidas F50


Perkembangan Sepatu Adidas F50


Adidas. Suatu merek terkemuka di dunia yang memproduksi sepatu, barang-barang casual, sampai memberikan label namanya dalam barang elektronik seperti headset.

Brand yang berasal dari Jerman ini awalnya berasal dari seorang yang membuat proyek kecil dengan membuat sepatu di ruang cuci ibunya, bernama Adolf Dussler atau biasa dipanngil Adi. Di tahun 1920 tersebut, proyek membuat sepatunya ternyata mulai berkembang dan membuahkan hasil. Dikarenakan kualitas sepatu yang dibuatnya. Saudaranya yang bernama Rudolf Dussler ikut bergabung di tahun 1924. Kemudian mereka mendirikan “Dussler Brothers OGH”. Sepatu-sepatu yang mementingkan kualitas ini mulai dipakai para atlet Olimpiade pada jaman tersebut. Itu membuat brand ini makin terkenal. Akan tetapi, di tahun 1948, Adi dan Rudolf memutuskan untuk memisahkan diri. Rudolf mendirikan “Puma”. Sedangkan Adolf (Adi) mendirikan “Adidas”. 


Dengan semakin terkenalnya ketenaran sepatu Adidas ini, sepatu-sepatu Adidas tersebut terus dipakai dalam perlombaan Olimpiade-olimpiade yang berlangsung setiap 4 tahun sekali. Kemudian, Adidas mulai dipakai di pertandingan-pertandingan sepak bola. Sebagai hasilnya, tim sepak bola Jerman Barat pertama kali memenangkan kejuaraan piala dunia di tahun 1954.

Itulah sejarah Adidas yang semua orang hampir mengenalinya. Bagi orang-orang yang menyukai sepak bola, pasti sudah tau kualitas dan sepatu-sepatu sepak bola apa saja yang sudah diciptakan Adidas. Salah satunya adalah tipe F50. Sepatu yang dirancang untuk kecepatan seorang pemain bola dalam lapangan. Dengan beratnya yang sangat ringan dan dikhususkan bagi penyerang atau sayap.

Nama F50 pertama kali diperkenalkan pada tahun 2004 pada saat Euro. F50 atau Football 50, yaitu bentuk dari apresiasi terhadap tim sepak bola yang 50 tahun sebelumnya menjuari World Cup. Yaitu tepatnya tahun 1954.  Namun sayangnya di kejuaraan Euro tahun 2004 ini, Jerman tidak berhasil menjuarainya. Mereka tidak lolos seleksi grup.

Jika dibandingkan dengan saingan sepatu yang setipe dan mengutamakan kecepatan juga, yaitu Nike Mercurial Vapor, Adidas telat meluncurkannya 2 tahun setelahnya. Tetapi itu tidak membuat Adidas kalah bersaing dengan Nike. Sepatu-sepatu F50 yang baru diluncurkan di tahun 2004 itu, langsung dipakai oleh pemain-pemain pesepak bola dari Jerman.

Perkembangan F50, mulai dari yang pertama hingga sekarang yaitu F50+; +F50.6; +F50.7; +F50.8; +F50.9; +F50.i; F50 adiZero; F50 adiZero Prime; F50 adiZero II; dan yang terbaru F50 adizero III / miCoach.
Adidas F50 pertama


1.            Adidas F50
Inilah sepatu yang pertama kali dibuat dengan nama “F50”. Sepatu yang berwarna hitam kuning, dengan konsep kecepatan dan ball-to-foot contact, tentu menjadi trend baru pada jaman tersebut. Dengan pesaingnya Puma v1.10, Mizuno Wave Ghost, dan Concave PT+.



 
2.            Adidas F50+
Perkembangan dari Adidas F50 dan diluncurkan tahun 2005. Yang paling terkenal dan tidak terlupakan dari sepatu ini yaitu desainnya yang seperti jaring laba-laba. Dengan warna silvernya, sepatu ini semakin mencolok. Dari sisi perkembangan kualitasnya, sepatu ini didesain sedemikian rupa dalam prosesnya dengan hantaman bola. Kemudian dengan TPU (Thermoplastic Polyurethane), yaitu bahan plastik yang biasa digunakan sepatu bola, diubah agar menjadi lebih nyaman dan memperkuat, sehingga menjadi lebih tahan lama. Ciri khas lain dari sepatu ini, yaitu adanya penutup tali sepatu yang membuat F50+ mempunyai bagian shoot bola leibh luas dibanding dengan Adidas predator. Sepatu ini juga digunakan dalam film sepak bola yang terkenal yaitu “GOAL”. Sepatu ini juga dipopulerkan oleh bintang-bintang terkenal seperti Alessandro Del Piero, David Trezeguet, dan Hernan Crespo.

Adidas F50+ white

3.            Adidas +F50.6
Adidas F50.6 TunIT sistem
Konsep-konsep baru dari Adidas mulai diperkenalkan lagi di tahun 2006. Konsep terbarunya yaitu teknologi TunIT. Sehingga Adidas +F50.6 ini biasa disebut Adidas +F50.6 TunIT. Konsep baru tersebut adalah, konsep unik yang memberikan fasilitas  pemakai sepatu ini bisa mengganti sol sepatu dan pul sepatu sesuai dengan yang kita inginkan berdasarkan keadaan lapangan. Apakah lembek, sedang, ataupun keras. Walaupun bisa diganti-ganti, tetap saja Adidas F50 tetap mengutamakan keringanan sepatunya. Dengan warna-warnanya yang beragam dan cara mempromosikan TunIT ini pastinya membuat Adidas F50 makin terkenal. Lebih lagi, pemain-pemain yang namanya sudah sangat kita ketahui seperti David Villa, Emanuel Adebayor, Ashley Young, juga turut mengikuti generasi TunIT ini.

4.            Adidas +F50.7
Berdasarkan namanya, kita pasti sudah mengetahui bahwa sepatu ini diproduksi tahun 2007. Sepatu yang masih menggunakan teknologi TunIT dan tidak terlalu berubah dibandingkan dengan +F50.6 yang diproduksi tahun 2006.  Perubahan tersebut hanyalah dari beragam warna yang bisa dipilih dan model strip yang terdapat pada bagian samping sepatu.

Berbagai macam warna F50.7
5.            Adidas +F50.8
F50.8 Edisi Jerman
Sepatu yang dirilis sesaat sebelum Euro 2008. Tidak jauh berbeda dari sebelumnya juga, tetap menggunakan teknologi TunIT. Perkembangannya pun tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, yaitu hanya mengubah warnanya. Dengan 5 warna berbeda untuk bagian atas dengan 3 bahan berbeda. 2 chasis berbeda.3 sistem pul, dan 2 sol yang bisa dipilih. Yang paling mencolok dari perubahannya yaitu bagian bawah dari sepatu ini menggunakan bahan yang terlihat transparan dan membuat Adidas +F50.8 lebih ringan. Sepatu ini dipuji oleh salah satu pemain asal Belanda, Arjen Robben. Dia mengatakan bahwa sepatu baru ini membuatnya lebih nyaman, dan terasa lebih ringan. Pemain yang pada tahun itu menggunakannya adalah Linoel Messi, Jermain Defoe, Ashley Young, dan yang lainnya.

6.            Adidas +F50.9
F50.9 Lionel Messi
Adidas +F50.9 TunIT di rilis 1 November 2008. Mungkin terlihat aneh jika sepatu ini tidak dirilis di tahun 2009, karena di namanya terdapat “.9”. Sepatu ini di desain oleh Sonny Lim dan masih TunIT. Penutup tali sepatu di bagian atas yang tetap menjadi ciri khas +F50 dalam model ini ditambahkan gambar bola yang dibuat adidas.dalam teknologi tambahannya, sepatu ini dibuat dari Microfiber Synthetic AdiGrip yang membuat sepatu ini lebih ringan. Warna dari model ini cukup banyak, ada hitam/kuning; merah/putih; biru/merah; merah/hitam. Versi ter-langka dari sepatu ini ada 2 model. Yaitu model edisi spesial Lionel Messi dengan warna silver/biru. Dan yang kedua edisi spesial Champions League Rome dengan warna merah cardinal/putih/emas.
  

F50.9 Rome













7.            Adidas +F50i
F50i yang ditandatangin Lionel Messi
Versi terakhir dari TunIT. Dipopulerkan di tahun 2009 saat Liga Champions. Dipakai Lionel Messi saat Final Liga Champions. Uniknya, ini adalah sepatu yang dicium setelah dia menggolkan di partai tersebut. Sepatu yang dilengkapi dengan Sprint Skin lagi-lagi dibuat untuk mengurangi berat sepatu sebagai utamanya. Namun ternyata sepatu ini juga dibuat untuk lebih dapat mengontrol first-touch ketika sedang bermain.

Jika kita mendengar kata “terakhir”, pasti akan bertanya-tanya. Mengapa ini versi yang terakhir? Padahal sepatu ini tergolong baik? Alasan utamanya tentunya karena Adidas versi TunIT, tidak bisa bersaing dengan saingan terbesarnya. Nike Mercurial Series. Walaupun penjualan membaik, tapi jika dibandingkan dengan Nike Mercurial Series, Adidas masih berada di bawahnya. Sehingga Adidas mengeluarkan versi terbarunya, yaitu “Adidas F50 AdiZero”.


8.            Adidas F50 AdiZero
Adidas AdiZero pertama
Generasi baru di Adidas TunIT. Dirilis pada tanggal 11 Mei 2010.  Sepatu ini tetap memfokuskan pada kecepatan, tidak berubah dari generasi sebelumnya. Dengan keunggulan utamanya, yaitu ringannya F50 AdiZero. Dengan versi kulit sintetisnya yang hanya 165 gram dan versi kulit 175 gram. Jika dibandingkan dengan versi Nike yang merupakan saingan utama Adidas, Adidas pastinya lebih unggul. Karena, Nike Mercurial Superfly II mempunyai bobot 210 gram. Nike Mercurial Superfly II bahkan lebih berat ketimbang Nike Mercurial Superfly I yang bobotnya hanya 185 gram.

Dari sisi model dan kenyamananannya, menurut para pemain bola dan penggemar bola, model sepatu AdiZero terkesan lebih “keren”. Karena  dengan bentuk upper yang streamline, dari generasi F50 yang sebelum-sebelumnya. Kemudian masalah kenyamanan, sepatu ini tergolong lebih lentur daripada Nike Mercurial Superfly.

Untuk shooting bola, sepatu ini juga tergolong baik. Karena dengan beratnya yang sangat ringan, itu membuat kita bisa mengayunkan kaki dengan lebih cepat. Dan berdampak bola akan terlepas dengan cepat. Selain itu, kulit yang terdapat pada sepatu ini pun juga tidak buruk untuk shooting. Walaupun F50 AdiZero ringan dan kulit sepatunya terkesan tipis, ternyata daya tahan dari sepatu ini tidak jauh beda dengan sepatu F50 yang lainnya. Jadi, F50 AdiZero masih tergolong awet.

9.            Adidas F50 AdiZero Prime -> II ->> III/miCoach
F50 AdiZero Prime
Persaingan di Industri Sepatu Bola tentunya tidak akan berakhir. Status Adidas F50 AdiZero yang merupakan sepatu teringan pun disaingi dengan merek satu asalnya, yaitu Puma. Dengan veri SL dari Speed-bootsnya v1.10, sepatu ini hanya berbobot 150 gram. Karena itu, hanya selang beberapa bulan, tepatnya 11 Februari 2011, Adidas mengeluarkan lagi sepatu yang lebih ringan. Yaitu, Adidas F50 AdiZero Prime. Adidas dengan sedemikian cara membuat sepatu ini dengan hanya bobot 145 gram. Dengan teknologinya, sampai sekarang sepatu Adidas F50 Adizero Prime masih merupakan sepatu teringan.
Ternyata tepat dirilisnya F50 Adizero Prime, Adidas juga mengeluarkan sepatu yang baru dengan nama F50 Adizero II,  yang merupakan perkembangan dari F50 AdiZero yang pertama. Tapi perkembangan sepatu ini hanya sedikit dari versi yang pertama. Hanya perubahan pada kulit yang lebih halus, dll.

F50 AdiZero Prime II
Perkembangan terbaru F50 sampai saat ini yaitu Adidas F50 AdiZero miCoach. Mi Coach adalah suatu teknologi dengan cara mengkombinasikan chip yang dikenal sebagai Speed Cell dengan sepatu F50 AdiZero yang di letakan di bawah sol.

Fungsi dari teknologi ini adalah, kita bisa  memonitor kecepatan, kecepatan max, jumlah sprint, jarak tempuh, pada laptop, PC, bahkan sekarang sudah bisa melihatnya dengan iPhone atau iPod. Tidak heran jika sepatu ini disebut dengan “the boot with a brain” atau sepatu dengan otak.

Lebih lagi, pengguna tidak hanya dapat melihat perkembangan performa olahraga mereka sehari-hari, tetapi juga melihat perkembangan kemampuan bermainnya dan membandingkan performa mereka. Bahkan pengguna dapat membandingkan permainan mereka dengan sejumlah bintang sepak bola dunia, serta berbagi pengalaman tersebut melalui Twitter dan Facebook. Namun, perlu diingat bahwa sepatu dan aplikasi ini hanya berperan sebagai alat analisis, bukan untuk meningkatkan performa pengguna.

F50 AdiZero III / miCoach
Walaupun berbagai macam teknologi dikembangkan, tapi prinsip sepatu ini tetap. Yaitu, tentang kecepatan dalam pertandingan. Berat dari sepatu ini hanya 240 gram. Tetap tergolong ringan.

Dari segi sepatunya, sebenarnya sepatu ini memiliki 3 fitur utama. Yaitu sprintweb, sprintskin, dan sprintframe. Sprintweb ini menjamin stabilitas gerakan terutama pada pertengahan telapak kaki sehingga diharapkan mampu mentransfer tenaga dari telapak ke punggung kaki. Sedangkan sprint skin, adalah kulit yang digunakan sepatu ini, agar sedemikian rupa lebih nyaman dalam berlari. Dan yang terakhir yaitu sprint frame, teknologi outsole yang masih bertahan dengan teknologi sasis tunggal. Dengan menerapkan metode sasis tunggal, Sepatu bola Adidas F50 adiZero miCoach mampu menghadirkan bentuk outsole yang tipis, fleksibel dan ringan. Sprintframe inilah yang manjadi sumber utama mengapa adiZero di sebut sebagai ‘speed boot’. Speed cell chip yang diletakkan di bawah sasis bagian tengah juga menjadi penunjang telapak kaki dengan tetap memberi ruang kosong yang fleksibel saat berlari

Chip dan plug-in pada PC / iPod/ iPhone
Ketika pertama kali teknologi miCoach ini dibuat, pikiran pertama yang terlintas untuk menguji cobakan sepatu ini tentunya kepada Lionel Messi. Pemain yang setia menggunakan Adidas versi F50 ini. Selain Lionel Messi, pemain terkenal lain yang menggunakannya ada Suarez, Silva, Nasri , Ashley Young, Adebayor, Downing, Robben, Podolski, Bale.

Inilah jaman dimana perkembangan berkembang dengan sangat cepat. Mulai dari perkembangan teknologi yang sudah kita tau bagaimana cepatnya seperti Komputer, HP, dll. Ternyata sepatu juga mempunyai perkembangannya sendiri dan sudah mulai berhubungan dengan hal-hal yang bersifat digital.



Sumber:

2 comments:

Comments system

Disqus Shortname